MALANG- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(TNBTS) mengaku sudah mengingatkan para pendaki di Gunung Semeru untuk
tidak melakukan pendakian hingga ke puncak Mahameru.
Namun, masih
banyak pendaki yang tetap bandel mendaki ke puncak, meski di Pos
Ranupane menandatangani surat pernyataan tidak mendaki ke puncak.
Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari, mengatakan, pihaknya hanya memperbolehkan pendakian hingga Kalimati saja.
Sedangkan,
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tersesat posisinya berada di
atas Kalimati. Namun, TNBTS tetap bertanggung jawab melakukan pencarian
bersama petugas lainnya.
Dari laporan TNBTS pada Selasa, 30
Oktober kemarin ada dua insiden di Gunung Semeru, yang pertama pendaki
sakit dan sudah dievakuasi untuk turun. Sedangkan yang kedua Mahasiswa
UB yang tersesat saat turun dari puncak.
"Kami sudah menerjunkan 20 petugas untuk melakukan pencarian," kata Ayu di ujung telpon.
Seperti
diberitakan sebelumnya, Mahasiswa UB Malang, Muhammad Siras Awaludin
Iqbal (19), asal Dusun Demang Jaya Rt04/Rw01 Desa Krebet, Kecamatan
Bululawang, Malang, Jawa Timur, tersesat di Gunung Semeru sejak Senin,
29 Oktober.
Iqbal tersesat saat turun dari puncak Mahameru. Iqbal
tidak kunjung tiba saat semua temannya sudah di perkemahan di Kalimati.
Hilangnya Iqbal baru dilaporkan ke Pos TNBTS di Ranupane pada Selasa,
30 Oktober kemarin.
source : http//okezone.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar